Friday, January 1, 2021

Cara Setting Totolink N300RT Sebagai Access Point


Apa kabar bro ...? Semoga semua dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apa. Dan langsung saja, pada kesempatan ini saya akan berbagi ilmu tentang jaringan internet lagi yaitu cara setting totolink n300rt sebagai AP atau pemancar. Untuk setingan kali ini saya sudah pernah coba pada totolink seri n200rt & n300rt, untuk seri diatasnya saya belum mencobanya..tapi ada kemungkinan sama. Simak baik-baik penjelasannya dibawah !

SETTING TOTOLINK N300RT SEBAGAI ACCESS POINT

1. Nyalakan laptop atau komputer dan hubungkan dengan Totolink menggunakan kabel UTP pada bagian PORT LAN

2. Masuk ke pengaturan IP

3. Kemudian buka browser kalian & ketik IP default totolink 192.168.1.1 lalu Enter

4. Masukkan password baru lalu APPLY (tunggu selesai booting)

5. Lalu kita disuruh login menggunakan password baru seperti gambar dibawah ini


6. Ganti Gateway menjadi AP Mode lalu ganti SSID (suka-suka kalian) & isikan Password Wifi kemudian APPLY (tunggu selesai booting)


7. Setelah selesai tampilannya kurang lebih seperti gambar di bawah, kemudian Klik ADVANCED SETUP di kanan atas.


8. Setelah masuk ke menu advanced, silahkan pilih bagian NETWORK lalu LAN SETTING

9. Lalu ganti IP yang satu jalur dengan jaringan kalian & DHCP bisa ENABLE/DISABLE (tergantung setingan perangkat sebelum TOTOLINK ini)


10.  Lalu pilih menu WIRELESS dan masuk pada bagian Basic Setting

11. Pada bagian ini kalian bisa ganti SSID & PASSWORD jika diperlukan


12. Kemudian pindah pada bagian ADVANCED SETTINGS yang ada pada menu WIRELESS

13. Sesuaikan BAND, CHANNEL WIDTH, REGION, CHANNEL NUMBER & RF OUTPUT POWER (kekuatan sinyal pancar)


14. Setelah selesai semua, totolink siap digunakan sebagai pemancar atau access point.

Bagaimana bro, gampang kan ? Sengaja saya buat jadi banyak poin biar kalian paham dengan detail. Tapi jika keterangan diatas masih belum jelas, silahkan tulis pertanyaan kalian pada kolom komentar yang sudah disediakan di bawah. Akhirnya sampai disini dulu artikel cara setting totolink n300rt sebagai access point ini, selamat mencoba dan semoga berhasil.

Saturday, February 9, 2019

Cara Ampuh Menampilkan Compliance Test UBNT

Cara Ampuh Menampilkan Compliance Test UBNTSalam jumpa ..... Gimana kabarnya bro,  sehat kan ? Alhamdulillah.... Kali ini ane mo nulis artikel tentang Compliance Test yang ada pada produk Ubiquity. Sebenarnya Compliance Test ini ada juga di dalam produk Tp-Link, hanya saja namanya yang berbeda yaitu Test Mode. Mungkin kapan-kapan ane bahas tentang Test Mode jika ada kesempatan menggunakan produk Tp-Link lagi. Bagi ente yang sudah malang-melintang di dalam dunia persilatan ubiquity pasti sudah tidak asing lagi dengan compliance test, tapi bagi ente yang masih baru bermain produk ubiquity mungkin masih bingung. Karena saat ini produk ubiquity yang baru sudah tidak ada lagi fitur compliance test.

Apa Sih Compliance Test ?
Compliance Test merupakan pilihan country atau negara yang ada disetiap perangkat internet. Biasanya muncul pada saat pertama kali kita mau login ke produk tersebut. (maaf kalo salah)

Guna Compliance Test Apaan ?
Menurut ane, Com Test atau Test Mode adalah sebuah pilihan country yang ditujukan hanya untuk tester aja. Karena jika kita pilih negara selain Compliance Test maka frekwensi yang muncul pada saat kita scan SSID suatu perangkat hanya terbatas (bisa ane bilang lebih fokus sih).

Beda Compliance Test dengan Country Lainnya ?
Jika kita pilih Compliance Test sebagai country maka saat melakukan scanning, frekwensi yang muncul banyak sekali (mulai dari yang legal - ilegal). Namun jika kita pilih country selain Com Test, maka frekwensi yang muncul hanya beberapa saja (ex. Country Indonesia hanya muncul 16 frekwensi).

Kenapa Compliance Test Sekarang TIdak Ada ?
Menurut ane, pihak ubiquity sengaja menghilangkan country tersebut karena mungkin ada yang menyalahgunakan fungsinya. 

Apa Bisa Compliance Test Diaktifkan Lagi ?
Bisa

Caranya ?
Silahkan lanjut aja baca sampai bawah...

Memunculkan Compliance Test


Alat yang dibutuhkan :
1. Komputer atau laptop
2. Software Putty (jangan sampek salah baca bro ^^), bisa ente dapatkan gratis di internet
3. Command atau perintah untuk mengaktifkan country compliance test

Langkah-langkahnya :
1. Nyalakan PC atau laptop kemudian hubungkan dengan perangkat ubiquity
2. Reset dulu produk ubiquity tersebut (jika masih baru tidak perlu)
3. Buka software Putty
4. Masukkan IP default produk Ubiquity tersebut lalu klik Open
Cara Ampuh Menampilkan Compliance Test UBNT

5. Setelah itu akan muncul sebuah tampilan command prompt
6. Masukkan Username & Password produk tersebut (default : ubnt, ubnt) lalu akan keluar tampilan seperti dibawah ini
Cara Ampuh Menampilkan Compliance Test UBNT

7. Kemudian pilih command / perintah yang cocok dengan versi firmware perangkat ente
Untuk firmware 5.5.8
echo “radartool cactime 1000″ > /etc/persistent/rc.poststart
echo “echo ‘
atau bisa juga pakai yang ini
\n’ >> /etc/ccodes.inc” >> /etc/persistent/rc.poststart
chmod +x /etc/persistent/rc.poststart
cfgmtd -w -p /etc/
reboot

Untuk firmware 5.5.9 Up
touch /etc/persistent/ct
save
reboot
Copy command tersebut kemudian paste pada kolom command prompt (no. 6 diatas). Tunggu hingga muncul tulisan REBOOT, lalu tekan ENTER. Jangan kaget, karena perangkat akan booting beberapa saat.

8. Setelah perangkat selesai booting, silahkan cek pada pilihan country. Jika masih belum muncul berati ada yang salah. Silahkan dibaca dengan teliti.....

Dan gambar di bawah adalah country compliance test  pada litebeam yang ane gunakan untuk scan frekwensi. Coba ente bedakan dengan setingan ente yang masih menggunakan country selain com test.
Cara Ampuh Menampilkan Compliance Test UBNT

OK, ane rasa sudah cukup penjelasan mengenai compliance test, jika ente maasih belum mengerti silahkan tulis pertanyaan di kolom komentar yang sudah disediakan atau tonton langsung video ane di bawah ini. Selamat mencoba semoga sukses. Sampai jumpa pada artikel menarik selanjutnya.

Pst. GUNAKAN FITUR INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA


Monday, October 1, 2018

Cara Aman Memperbanyak Follower Twitter

Cara Aman Memperbanyak Follower TwitterSelamat sore, malam, pagi dan siang...... Sebelum ane lanjutin ke pokok bahasan memperbanyak follower twitter, ane mau jelasin judul artikel ini kepada ente-ente biar nanti ane ga merasa berdosa. Mungkin bagi ente yang mainan twitter hanya sebatas iseng atau biar kek orang-orang maka artikel ini mungkin sedikit sekali gunanya bagi ente. Tapi jika ente bermain twitter bertujuan untuk kerja (baca : cari duit online) maka kemungkinan besar artikel ini akan bermanfaat. Kenapa ane bilang kemungkinan ? Karena pemikiran setiap orang berbeda-beda, belum tentu ente bilang bermanfaat tapi menurut orang lain tidak. Yang jelas teknik ini sangat berguna bagi mereka yang mengikuti program bounty atau sering disebut sebagai "bounty hunter". 

PERINGATAN : ane gak memaksa ente mengikuti trik ini, jika terjadi sesuatu hal maka ente harus menerima segala resikonya.

Yang perlu dipersiapkan yang jelas yaitu akun twitter dengan sedikit atau banyak follower. Kemudian apa saja yang harus ente lakukan setelah punya akun tersebut ? Simak penjelasan singkat dibawah ini !

Trik Mendapatkan Follower Twitter

1. Masuk ke akun twitter ente masing-masing
2. Cari proyek yang ente ikuti
3. Lihat cuitan proyek tersebut yang banyak like & share
4. Follow mereka-mereka yang like & share tersebut
5. Tunggu sehari atau dua hari, DONE !

PENTING !
Perhatikan nomer 4 diatas ! Ente harus berhati-hati dalam melakukan follow, jika tidak maka ente siap-siap dipenjara .... Ha ha ha ha ..... Demi keamanan akun ente mungkin lebih baik kita bermain safety seperti ini :

  1. Lihat siapa saja yang like & share pada salah satu cuitan proyek yang ente ikuti
  2. Sebisa mungkin jangan mem-follow akun abal-abal alias akun tuyul
  3. Lihat dibawah nama & username mereka
  4. Usahakan mem-follow yang ada tagar tentang kriptokurensi
  5. Abaikan mereka yang tidak ada tagar atau tagar yang isinya #follow, #followback dsb.
  6. Jangan mem-follow dengan membabi buta, kasih jeda waktu
  7. Target mem-follow maksimal 20 orang per hari (target ane)
Setelah semua sudah ente lakukan, silahkan cek esok hari. Jika ente melakukannya dengan benar ane yakin follower ente akan bertambah dengan sendirinya. Dan follower yang ente dapatkan 99% tidak akan lepas, asalkan yang ente follow benar-benar akun mereka yang asli bukan akun bayangan atau akun tuyul atau apalah.

Karena ENTE butuh MEREKA & MEREKA butuh ENTE
Semoga sedikit trik ini bisa membantu sobat laresawoo dalam mendapatkan follower twitter dengan cara yang aman dan natural. Karena ada hubungan simbiosis mutalisme. Selamat mencoba! 


Saturday, June 9, 2018

Review Singkat TP-LINK CPE220

Review Singkat TP-LINK CPE220CPE220 - Teknologi semakin berkembang dan tidak peduli kita mau mengikutinya atau tidak. Begitupun dengan peralatan pendukungnya. Namun adakalanya alat-alat tersebut tidak mampu untuk mendukung teknologi-teknologi terbaru. Atau bisa juga alat-alat tersebut mengalami peremajaan. Dengan kata lain, alat tersebut sudah discontinue (tidak diproduksi) dan muncul generasi baru dari alat tersebut dengan seri atau kemampuan yang lebih baik (logikanya).

Yang saya maksud disini adalah, dengan munculnya produk baru (generasi baru dari produk yang lama) maka harusnya alat tersebut punya kemampuan lebih dari alat yang sudah tidak diproduksi tersebut. Namun pada kenyataannya, ada beberapa alat baru yang performanya malah lebih buruk dari alat sebelumnya. Saya ambil contoh seri tp-link 7210 dengan 5210. Untuk seri 7210 ada beberapa yang performanya tidak sebagus 5210. Untuk lebih jelasnya tentang 7210, silahkan baca artikel saya sebelumnya dibawah ini !


Kembali ke topik bahasan, CPE220 merupakan salah satu produk tp-link yang berbasis outdoor. Dan kebetulan saya sudah mencobanya 2x (dua tempat yang berbeda). Dan yang terakhir saya menggunakannya dengan topologi seperti pada gambar dibawah ini !
Review Singkat TP-LINK CPE220

Dari gambar diatas bisa dilihat bahwa, saya menempatkan CPE220 pada ketinggian 13m. Sedangkan untuk BTS sendiri saya menggunakan AirGrid 20dB PTMP. Dengan topologi seperti diatas, CPE220 mendapatkan sinyal kurang lebih seperti gambar di bawah ini !
Review Singkat TP-LINK CPE220

Setelah fix, saya melakukan uji coba koneksi dengan memberikan beban bandwith sebesar up to 2Mb. Ternyata dengan kondisi seperti gambar diatas CPE220 hanya lancar untuk melakukan aktivitas browsing internet, jika kita melakukan streaming youtube atau media yang lain maka latensi saya pastikan membengkak menjadi 3 digit. Logikanya, bandwith sebesar up to 2Mb untuk streaming youtube saya jamin tidak ada bufferingnya. Tapi untuk alat ini ternyata tidak.

KESIMPULAN CPE220 dengan kondisi seperti diatas hanya lancar untuk browsing internet dan tidak untuk streaming video. Dan cukup saya saja yang melakukan uji coba dengan alat ini. Karena kondisi jarak dekatpun, alat ini sering putus nyambung.

Sekian ulasan singkat tentang perangkat internet besutan Tp-Link seri CPE220 ini. Semoga bisa menjadikan pertimbangan kepada sobat laresawoo dan khususnya para pemain internet untuk menggunakan alat ini.

Saturday, September 2, 2017

Cara Setting Netis WF2411E Sebagai Client

Cara Setting Netis WF2411E Sebagai ClientNetis WF2411E Sebagai Penerima - Jumpa lagi dengan laresawoo, maaf agak lama tidak menulis artikel di blog sederhana ini. Karena lagi sibuk berburu Coin ^^. Itung-itung buat tabungan 1 atau 2 tahun ke depan. Pada artikel ini saya akan sedikit melenceng dari kebiasaan teman-teman pemain RT/RW net, karena biasanya Netis WF2411E dipakai sebagai perangkat indoor alias radio ke dua setelah radio utama sebagai penyebar wifi. Namun kali ini saya akan mengulas tentang bagaimana cara membuat netis WF2411E  sebagai client/penerima. Berhubung performa defaultnya hanya sebatas perangkat indoor, maka alat ini tidak akan mampu untuk menerima sinyal dari AP utama dengan jarak yang terlalu jauh. 

Baca juga : Kupas Tuntas Bitcoin

Mungkin sobat blogger yang masih awam dengan interface netis WF2411E  ini akan merasa kebingungan untuk membuatnya menjadi penerima, karena memang kebanyakan alat ini digunakan sebagai AP indoor. Saat itu saya juga bingung, tanya sama mbah google juga gak mau jawab. Akhirnya dengan sedikit logika dan ekpserimen beberapa hari, alat ini bisa juga bertindak sebagai Client dan kuncinya adalah pada pengaturan BRIDGE. Dari pada bingung baca tulisan diatas, mending langsung saja simak langkah-langkahnya dibawah ini !

Konfigurasi Netis WF2411E  Sebagai Penerima

1. Seperti biasa masuk ke netis dengan IP defaultnya
2. Lalu klik tombol ADVANCED di kanan atas.
3. Kemudian pilih menu NETWORK untuk menyesuaikan IP dengan jaringan sobat blogger
Cara Setting Netis WF2411E Sebagai Client

4. End then, pilih menu WIRELESS, lihat gambar dibawah
Cara Setting Netis WF2411E Sebagai Client

5. Tinggal seting perangkat AP nya dan pasang kabel LAN pada port WAN antara AP dan Netis, selesai

Disini ada : Cara Setting Netis WF2411E Sebagai AP

Meskipun mode ini jarang sekali dipakai, tapi paling tidak jika kita butuh sewaktu-waktu bisa menerapkannya. Kalau ada yang masih bingung atau settingannya gak jalan, silahkan tulis pertanyaan di kolom komentar yang sudah disediakan di bawah. Insya Allah saya akan menjawabnya sebisa mungkin. Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya. Salam

Wednesday, March 15, 2017

Tidak Bisa Ping Tapi Internet Jalan

Tidak Bisa Ping Tapi Internet JalanRequest Time Out Pada IP Client - Mungkin bagi mereka yang awam dengan dunia internet atau jaringan akan merasa kebingungan dengan istilah-istilah yang ada pada jaringan internet. Salah satunya yaitu Ping, istilah ping tidak hanya dipakai pada jaringan internet saja melainkan pada radar kapal selam juga terdapat istilah Ping tersebut. Pada dasarnya ping pada internet atau pada kapal selam adalah sama yaitu mendeteksi. Jika pada jaringan internet, istilah Ping digunakan untuk mendeteksi lancar atau tidaknya koneksi antar komputer, jaringan, wireless, client atau antar perangkat internet. Jika pada kapal selam, istilah ping digunakan untuk mendeteksi suatu benda yang berada pada radius radar kapal selam tersebut. Namun disini saya tidak akan membahas tentang kapal selam, pernah ketemu sama dia aja belum ^^

Sebenarnya artikel ini merupakan salah satu pengalaman pribadi saya sendiri beberapa waktu yang lalu. Saat itu entah otak saya yang lagi sibuk atau memang saya yang lupa. Yang jelas setelah saya utak-atik router Rb750 tiba-tiba ada beberapa perangkat client yang tidak bisa saya ping maupun saya panggil. Menurut logika saya jika suatu jaringan atau perangkat internet tidak bisa di ping alias RTO (Request Time Out) maka jaringan atau perangkat tersebut tidak akan menerima atau tidak bisa digunakan untuk mengakses internet. Tapi pada kasus ini malah sebaliknya, jadi jika saya coba ping ke salah satu client menggunakan CMD (command prompt) maka hasilnya seperti gambar berikut !
Tidak Bisa Ping Tapi Internet Jalan

jangan lupa : User Hotspot Error Pada Usermanager

Namun jika saya ping lewat router (rb750) maka hasilnya seperti gambar berikut !
Tidak Bisa Ping Tapi Internet Jalan


Dan jika saya lihat pada masing-masing IP dari client yang tidak bisa saya ping lewat CMD, hasilnya bandwith tetap jalan. Artinya mereka tetap bisa mengakses internet meskipun dari komputer saya (cek lewat cmd) terlihat mati. Sebenarnya hal ini tidak mengganggu aktivitas mereka dalam berselanjar di dunia maya, akan tetapi sangat memusingkan bagi saya. Karena yang sebelumnya sangat enak menggunakan CMD untuk mengontrol perangkat-perangkat yang ada pada client serta meremotenya, sekarang saya harus buka winbox terlebih dulu agar bisa ping ke IP client-client tersebut dan parahnya saya tidak bisa masuk ke interface perangkat-perangkat mereka.

awas : Cara Setting Bullet 2 Sebagai Penerima

Setelah browsing kesana-kemari hasilnya 0 (nol), yang ada malah artikel tentang kebalikannya. Akhirnya mau tidak mau saya harus membuka dan cek satu-satu menu pada winbox, tau sendiri berapa banyak menu yang ada didalamnya. Tapi alhamdulillah apa yang saya lakukan tersebut membuahkan hasil. Dan berikut ini solusinya !

Mengatasi Request Time Out Tapi Bisa Akses Internet

1. Buka dan login ke winbox
2. Masuk ke settingan Firewall (ip > firewall)
3. Klik pada tab ke dua yaitu NAT dan lihat settingan yang ada disitu.
4. Jika ada MASQUERADE yang pada kolom Src. Address menunjukkan IP NETWORK anda dan ter-DISABLE, maka silahkan di ENABLE.
5. Jika belum ada MASQUERADE dari IP NETWORK anda maka silahkan buat dengan isian sebagai berikut :
Chain : srcnat; Src. Address : 1.1.1.0/24 (IP Network anda); Action : Masqerade
Tidak Bisa Ping Tapi Internet Jalan

Jika sebelumnya Routing anda sudah benar, maka insya Allah ping lewat CMD ke semua IP Client anda akan kembali seperti sediakala. 
Bagaimana sobat blogger ? pusing kan ? ..... sama..... saya juga pusing ..... yang jelas ya seperti itulah solusinya. He-he-he. Dah gitu aja, kalau masih ada yang bingung silahkan tulis pertanyaan pada kolom komentar yang sudah disediakan. Sampai jumpa pada artikel muenarik selanjutnya. Salam

Monday, March 13, 2017

User Hotspot Error Pada Usermanager

User Hotspot Error Pada UsermanagerUsermanager Mikrotik - Mungkin artikel ini tidak terlalu panjang, karena memang tidak butuh penjelasan panjang lebar agar bisa dipahami. Kali ini saya akan membahas tentang user hotspot tidak bisa dipakai pada usermanager mikrotik. Agar lebih jelas apa yang saya maksud, silahkan simak topologi jaringan dibawah ini !

  1. IP mikrotik saya pada awalnya 10.10.10.10
  2. Generate user hotspot menggunakan usermanager lebih dari 30 biji dan terpakai dengan lancar semuanya
  3. Kemudian saya ganti IP mikrotik menjadi 20.20.20.20 karena memang terjadi sesuatu hal dan harus menggantinya
  4. Generate voucher hotspot lagi dengan usermanager, hasilnya tidak bisa dipakai untuk masuk ke login hotspot
  5. Saya ganti konfigurasi pada mikrotik yang mengarah ke jaringan hotspot dan usermanager
  6. Generate voucher lagi, hasilnya tetap sama tidak bisa dipakai
simak juga : Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

Jika kita logika, setelah konfigurasi mikrotik yang menuju ke jaringan hotspot kita sesuaikan dengan IP mikrotik yang baru harusnya user hotspot yang saya buat pada usermanager bisa berjalan normal seperti sebelumnya. Namun dalam kenyataannya tidak demikian, entah itu memang kekurangan dari usermanager atau ada sebab yang lain, pada awalnya saya tidak tahu.

Mengatasi User Hotspot Tidak Bisa Login

Kemudian setelah tanya kesana kemari akhirnya saya menemukan suatu konfigurasi yang saya anggap patut untuk dicoba. Dan konfigurasi tersebut adalah sebagai berikut !
User Hotspot Error Pada Usermanager

Jika setelah ada penambahan 2 IP seperti pada gambar diatas user hotspot masih tetap tidak bisa digunakan, maka langkah terakhir yang harus dilakukan adalah menambahkan 2 IP seperti pada gambar diatas namun kali ini ditambahkan pada router pada bagian Radius. Lihat gambar dibawah ini !
User Hotspot Error Pada Usermanager

hot : Tutorial Simple Queue Mikrotik

Dan jika semua cara diatas user hotspot masih tidak bisa digunakan, silahkan coba membuat user hotspot baru menggunakan usermanager atau kemungkinan terburuknya harus routing ulang pada mikrotik anda.

Semoga apa yang saya sampaikan diatas bisa bermanfaat bagi para penyedia layanan jasa internet berbasis hotspot voucher dan artikel ini benar-benar berdasarkan pengalaman pribadi saya beberapa hari yang lalu. Sampai jumpa pada artikel menarik selanjutnya. Salam.

Wednesday, February 22, 2017

Tutorial Burst Limit Pada Mikrotik

Tutorial Burst Limit Pada MikrotikBandwith management - Burst limit menurut saya adalah batas maksimum lonjakan bandwith dalam satu perangkat yang sudah dibatasi oleh simple queue maupun queue tree. Bagi saya burst limit sangatlah penting untuk mereka penyedia layanan jasa jaringan internet dan tidak mempunyai cukup bandwith. Karena dengan burst limit kita benar-benar bisa mengatur bandwith dengan lebih detail. Namun bagi sobat laresawoo yang mempunyai cadangan bandwith besar, cara ini mungkin tidaklah penting. Tapi sebagian orang yang bermain rt/rw net tidak peduli dengan settingan burst limit, yang penting bandwith sudah di limit selesai. Tetapi semua pilihan tetap berada ditangan anda, mau memakai burst limit atau tidak itu sepenuhnya adalah hak anda.

Sebenarnya saya sudah membahas mengenai membatasi bandwith pada artikel sebelumnya, baik dengan sistem simple queue atau queue tree. Tapi disana saya tidak menyinggung sama sekali tentang burst limit. Burst limit sendiri bisa dipasang pada simple queue atau queue tree meskipun tampilan interfacenya sedikit berbeda. Langsung saja silahkan simak caranya dibawah ini dan saya anggap sobat blogger sudah bisa membatasi bandwith dengan simple queue maupun queue tree.

Cara Membatasi Bandwith Menggunakan Burst Limit

1. Masuk pada winbox

2. Pilih bagian Queues

3. Klik tanda plus (+) pada bagian simple queue atau queue tree

4. Sebagai contoh saya asumsikan kita membatasi sebuah perangkat baik itu dengan simple queue maupun queue tree sebesar up to 1Mbps. Maka pengaturannya adalah sebagai berikut !
Tutorial Burst Limit Pada Mikrotik
keterangan :
  1. Limit At : jika total bandwith terpakai semua maka masing-masing perangkat akan mendapatkan bandwith stabil di 128Kbps
  2. Max Limit : bandwith stabil
  3. Burst Limit : jika total bandwith ada sisa, maka perangkat dengan settingan diatas bisa mendapatkan bandwith sebesar 1Mbps selama 10 detik
  4. Burst Threshold : untuk mencegah bandwith agar tidak terjun bebas menyentuh Max Limit atau bahkan Limit At
  5. Burst Time : batas waktu bandwith jika bisa menyentuh Burst Limit
Mungkin ada yang bertanya-tanya, kok simple queue tidak ada pengaturan Limit At ? Untuk mendapatkan jawabannya silahkan membaca artikel saya terdahulu dibawah ini, dan bandingkan antara simple queue dan queue tree.

Membatasi Bandwith Menggunakan Simple Queue
Membatasi Bandwith Menggunakan Queue Tree
Dengan memanfaatkan fasilitas burst limit, maka kita benar-benar bisa mengalokasikan bandwith ke perangkat dengan maksimal. Jika sebelumnya sobat blogger hanya memakai Limit At dan Max Limit, maka silahkan dicoba cara diatas dan rasakan perbedaannya. Namun cara tersebut diatas jangan disalahgunakan untuk mengelabui para pelanggan, kalaupun ingin membuat bandwith Up To .... jarak antara Max Limit dan Burst Limit janganlah terlalu jauh. Begitu juga dengan Burst Time jangan dibuat terlalu kecil.

Jika masih bingung dengan keterangan diatas, silahkan tulis pertanyaan pada kolom komentar yang sudah disediakan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa.

Wednesday, February 15, 2017

Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

Cara Setting Bridge Mode Pada MikrotikMikrotik Bridge Mode - Salam sejahtera sobat laresawoo. Bridge mode adalah menggabungkan 2 alat atau perangkat dengan SSID dan Port yang berbeda dengan IP yang masih satu kelas pada sebuah Router. Sebenarnya cara ini menurut saya adalah agar kita tidak terlalu banyak mikir tentang IP yang ada dalam jaringan internet kita. Namun jika sobat blogger nyaman dengan memakai banyak IP yang berbeda kelas maka cara ini tidak berlaku lagi. Selain itu, cara ini juga mempermudah kita dalam mengatur Login Page hotspot bagi anda yang menggunakannya. Karena dengan 2 alat yang berbeda dan SSID yang berbeda pula, kita bisa menggunakan satu macam Login Page Hotspot.

Misalnya alat A dengan IP 10.10.10.2 dan IP Pool 10.10.10.4-10.10.10.50 berada di port 4 kemudian alat B dengan IP 10.10.10.3 dan IP Pool 10.10.10.51-10.10.10.100 berada di port 5. (lihat gambar)
Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

Agar pengaturan login page hotspot tidak ribet maka kita bisa menggunakan fasilitas bridge mode pada mikrotik agar kedua perangkat tersebut bisa berjalan memakai 1 login page saja. Untuk pengaturannya silahkan simak langkahnya dibawah ini !

Tutorial Jaringan Bridge Mode Pada Mikrotik


1. Tentukan Gateway terlebih dahulu dengan cara masuk ke menu IP > Adresses > klik tanda (+) merah
Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

2. Setelah itu atur IP pada masing-masing AP lalu colokkan ke Port yang akan digunakan (contoh diatas memakai port 4 & 5)

baca juga : Membatasi Bandwith Dengan Simple Queue Mikrotik

3. Kemudian kembali ke winbox dan pilih menu Interface, maka dalam tampilan interface akan terdeteksi Port 4 untuk AP 1 dan Port 5 untuk AP 2. (gunakan comment untuk memberikan tanda pada port)
Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

4. Selanjutnya pilih menu Bridge dan tambakan interface bridge dengan menekan tanda (+) merah, beri nama terserah anda (sebagai contoh saya kasih nama MULTIPOINT)
Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

5. Setelah di OK, klik pada tab Port dan buka Port 4 / Ether 4 dan 5 lalu pada bagian Bridge pilih MULTIPOINT
Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

6. Sampai disini sebenarnya Bridge Mode sudah bisa jalan, tapi jika sobat laresawoo mengikuti contoh yang saya berikan diatas maka kita harus masuk ke menu IP > Pool untuk membuat IP Range untuk AP 1 dan AP 2
Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

7. Lalu klik tanda (+) merah 2 kali untuk membuat IP Range AP 1 & 2
Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

8. Untuk menggunakannya silahkan buat 2 buah Server pada Hotspot (IP > Hotspot), lalu klik tanda (+) merah.
Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

Cara Setting Bridge Mode Pada Mikrotik

9. Untuk mencobanya silahkan akses ke dua AP tersebut dan bedakan IP yang didapat.

mungkin anda tertarik : Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree Mikrotik

Mungkin langkah-langkah diatas terlalu panjang untuk diikuti, tapi setelah setingan diatas selesai maka kita tidak perlu lagi mikir banyak-banyak IP. Karena dua buah AP yang kita punya sebagai pemancar hotspot IP nya sudah satu kelas.

Jika ada salah dalam memberikan keterangan atau gambar, saya mohon maaf dan silahkan dikoreksi. Atau jika sobat blogger masih merasa kebingungan, silahkan ajukan tulisa pertanyaan pada kolom komentar yang sudah disediakan dibawah, insyaallah saya akan menjawabnya sebatas kemampuan yang saya miliki. Sampai jumpa pada artikel maenarik selanjutnya.

Tuesday, February 7, 2017

Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree

Membatasi Bandwith Dengan Queue TreeQueue Tree Mikrotik - Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya bahwa saya akan membahas tentang membatasi bandwith dengan queue tree pada artikel selanjutnya. Dan saya akan memulainya disini. Meskipun sama-sama sebagai pembatas bandwith, namun antara simple queue & queue tree terdapat beberapa perbedaan yang sangat besar. Jika dalam simple queue kita hanya bisa membatasi bandwith pada perangkat yang terhubung namun jika kita memakai queue tree maka kita tidak hanya bisa membatasi bandwith sebuah perangkat. Tapi kita bisa juga membatasi bandwith website yang akan diakses oleh perangkat terhubung tersebut. Misalnya, perangkat A kita batasi dengan bandwith keseluruhan sebesar 1Mbps. Dan kita ingin membatasi bandwith perangkat A tersebut sebesar 512Kbps untuk akses youtube. Maka dengan queue tree kita bisa mewujudkannya.

Dengan adanya beberapa fitur tersebut, bisa dipastikan cara settingnya juga tidak segampang simple queue. Jadi dibutuhkan pemahaman yang lebih agar perintah-perintah yang kita masukkan bisa berjalan lancar. Mungkin tidak semua pengguna winbox akan memakai queue tree sebagai alat untuk membatasi bandwith, namun semua itu tergantung kebutuhan masing-masing. Jika memang tidak perlu queue tree maka cukup dengan simple queue saja. Tapi jika memang semuanya perlu, maka simple queue dan queue tree sangat bisa dijalankan bersama-sama. Bagi sobat laresawoo yang ingin membaca tentang simple queue, silahkan klik tautan dibawah ini. Sedangkan jika ingin lanjut membaca tentang queue tree, silahkan abaikan tautan tersebut dan lanjutkan saja baca artikel ini sampai habis.


Membatasi Bandwith Menggunakan Queue Tree Mikrotik

1. Buka dan login ke winbox anda
2. Masuk ke settingan firewall (IP > Firewall) lalu klik pada tab Mangle
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree

3. Klik tanda plus (+) warna merah lalu setting seperti pada gambar dibawah (prerouting)
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree

4. Tambahkan lagi mangle rule (postrouting)
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree

5. Tambahkan lagi mangle rule, kali ini untuk membatasi bandwith perangkat (prerouting)
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree
ket :
GENERAL
- src/dst address = alamat IP perangkat
- in/out interface = Port di router yang mengarah (dipakai) untuk jaringan lokal

ACTION
- New packet mark = sebagai penanda antara download/upload (isikan manual)

6. Tambahkan lagi mangle rule (postrouting)
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree
ket :
GENERAL
- src/dst address = alamat IP perangkat
- in/out interface = Port di router yang mengarah (dipakai) untuk jaringan lokal

ACTION
- New packet mark = sebagai penanda antara download/upload (isikan manual)

7. Jika perangkat yang terhubung lebih dari 1, maka ulangi langkah nomer 5 & 6 sampai semua perangkat yang terhubung tersetting dalam mangle.

simak yang ini : Mengganti Warna Kuku Dengan Photoshop

8. Lalu klik bagian Queue kemudian ganti tab ke bagian Queue Tree

9. Pertama-tama buat 2 buah New Queue (klik tanda +), 1 untuk TOTAL DOWNLOAD dan satu untuk TOTAL UPLOAD
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree

10. Kemudian buat 2 lagi New Queue, 1 untuk Download perangkat 01 dan 1 untuk Upload perangkat 01
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree
ket :
- Parent = pilih antara GLOBAL DOWN/GLOBAL UP pada nomer 9 diatas
- Packet Marks = pilih penanda (download/upload) yang telah dibuat untuk PC01 pada MANGLE
- Limit at = batas bandwith minimum
- Max limit = batas bandwith maksimum

11. Jika perangkat lebih dari 1, maka ulangi langkah nomer 10 sampai semua perangkat habis. Seperti contoh dibawah ini hasilnya.
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree

12. Dan saat ini saya menggabungkan antara Simple Queue & Queue Tree karena memang saya membutuhkannya
Membatasi Bandwith Dengan Queue Tree

Setelah sobat laresawoo membaca artikel ini dan artikel sebelumnya, maka pilihan ada ditangan anda. Lebih enak memakai simple queue atau queue tree atau bahkan mau pakai dua-duanya ?

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua, jika ada salah dalam penulisan tutorial diatas saya mohon maaf dan silahkan dikoreksi. Kalau masih bingung silahkan bertanya pada kolom komentar yang sudah disediakan. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Saturday, January 28, 2017

Membatasi Bandwith Dengan Simple Queue Di Mikrotik

Membatasi Bandwith Dengan Simple Queue Di MikrotikSimple Queue Mikrotik - Sebuah jaringan warnet maupun hanya sekedar jaringan wifi/hotspot berbayar saya yakin tidak akan lepas dari yang namanya mikrotik. Di dalam mikrotik kita bisa melakukan apa saja yang berhubugan dengan jaringan internet. Membatasi aliran bandwith sangat penting jika tidak ingin jaringan internet kita berantakan karena ulah IDM. Untuk membatasi bandwith sendiri dalam mikrotik terbagi menjadi 2 jenis atau 2 macam cara, yaitu lewat simple queue dan queue tree. Dan pada kesempatan ini saya akan membahas tentang cara membatasi bandwith menggunakan simple queue pada mikrotik. Sedangkan untuk yang Queue Tree, Insya Allah akan saya ulas pada artikel-artikel berikutnya.

Mungkin sobat laresawoo yang sudah lama mengenal mikrotik sudah tidak asing lagi dengan sistem ini. Namun bagi yang masih baru-baru belajar, saya rasa hal ini menjadi sangat penting. Mengingat kita bertindak sebagai penjual jasa, dan dimanapun berada yang namanya orang jualan tidak ada yang mau rugi. Tapi perlu diingat bahwa jika kita menjual jaringan internet, keuntungan yang kita dapatkan tidak hanya berupa uang melainkan bisa juga dalam bentuk bandwith. Meskipun jaringan internet yang kita pakai sudah benar-benar unlimited.

simak juga : Instalasi Jaringan Warnet

Dalam membatasi sebuah bandwith menggunakan simple queue, disitu terdapat banyak macam cara yang tentunya hanya kita yang tahu tingkat efisiensinya terhadap aliran bandwith yang akan kita batasi. Sesuai dengan namanya Simple Queue, berarti tampilan atau interface dari menu yang ada sangatlah sederhana. Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti tutorial dibawah ini !

Cara Membatasi Bandwith Menggunakan Simple Queue Mikrotik

1. Buka Winbox lalu Login
2. Klik menu Queue
3. Klik tanda Plus (+) warna merah yang ada dikiri atas interface Queue
Membatasi Bandwith Dengan Simple Queue Di Mikrotik

4. Pertama-tama buatlah Total Bandwith, nanti fungsinya untuk membatasi keseluruhan bandwith yang ada dalam Simple Queue. Misalnya bandwith yang dialokasikan untuk Simple Queue adalah 4Mbps. Maka jaringan yang ada dalam simple queue mempunyai total bandwith sebesar 4Mbps.
Membatasi Bandwith Dengan Simple Queue Di Mikrotik
ket :
- Nama : isi sesuai selera (total hotspot/total/total bandwith)
- Target Address : isi dengan 0.0.0.0/0
- Max Limit : jika tidak ingin membatasi biarkan saja unlimited, jika ingin dibatasi silahkan isi sesuai kebutuhan (1M/2M/3M)

Membatasi Bandwith Dengan Simple Queue Di Mikrotik
ket :
- Klik bagian Advanced
- Limit At : batas minimum bandwith (isi dengan 64/128k atau 256k jika total bandwith anda besar)

Setelah General & Advanced sudah disetting silahkan klik Apply kemudian OK.

5. Kemudian klik tanda Plus (+) lagi untuk membuat simple queue baru yang akan kita gunakan sebagai pembatas bandwith perangkat yang terhubung dengan jaringan anda.
Membatasi Bandwith Dengan Simple Queue Di Mikrotik
ket :
- Name : isi sesuai selera (kamar1/pc1/hp1)
- Target Address : isikan IP dari perangkat yang dimaksud
- Max Limit : batasi bandwith upload & download sesuai kebutuhan
- Limit At : batas minimum bandwith yang akan diterima perangkat jika total bandwith mencapai batas maksimal
- Parent : targetkan ke Simple Queue yang pertama kali anda buat pada poin 4
- Priority : untuk membuat prioritas layanan bandwith pada perangkat (semakin kecil angka, semakin besar prioritas bandwith yang akan diterima perangkat)

6. Jika perangkat yang terhubung ke jaringan internet sobat blogger lebih dari satu, ulangi langkah nomer 5 diatas sesuai kebutuhan.

jangan lewatkan : Membangun Bisnis Warnet

Jika semua sudah selesai, silahkan dicoba untuk akses internet pada perangkat yang sudah terhubung dengan Simple Queue. Jika berhasil maka pasti ada perubahan-perubahan warna yang terjadi pada icon didepan nama perangkat (hijau/kuning/merah). Warna Hijau menandakan bandwith tidak/sedikit terpakai, warna Kuning menandakan bandwith terpakai lebih dari setengah dan warna Merah menandakan bandwith sudah mencapai batas maksimal.

Bagaimana cukup sederhana bukan ? Namanya juga Simple, jadi ya gak begitu ribet. Beda lagi dengan Queue Tree, untuk melakukan setting dalam queue tree dibutuhkan juga settingan pada Firewall. Dan sobat laresawoo bisa menggabungkan antara Simple Queue dan Queue Tree untuk membatasi bandwith secara bersama-sama. Silahkan tunggu artikel berikutnya jika ingin tahu cara membatasi bandwith menggunakan Queue Tree. Selamat mencoba, semoga berhasil.

Followers